50512.jpg

Ada sesuatu yang menarik diriku dengan tenaga tinggi, membuatku tidak bisa melawan. Ada sesuatu yang menarik diriku dan menyuarakan kata-kata yang membuatku rindu. Ada sesuatu yang menarik diriku untuk mencari tahu di mana keberadaannya, lalu kucari dan kutemukan ia di belokan waktu serta sudut-sudut rumah. Dialah sesuatu yang telah lama kutinggalkan dan kubiarkan tetap di tempatnya. Kemudian, kuambil sesaat ketika ingin berjumpa, lalu kutinggalkan lagi saat aku sadar … bahwa aku sedang hidup pada masa ini.

Sesuatu itulah yang kuberi nama masa kecil.

Masa kecil mengingatkanku bahwa dulu aku sering bermain dengan imajinasi. Teringat kerikil-kerikil yang kujadikan permen manis, butiran-butiran tanah yang kusulap menjadi kue-kue cantik berhias rerumputan dan bunga-bunga liar, lalu dedaunan yang kujadikan uang dalam ruang imajinasi ini. Kubangun istana milikku sendiri, kemudian kuhidupkan dongeng-dongeng peri pada boneka-boneka kertas yang bersambung ceritanya setiap hari. Ada juga masa-masa bermain air hujan, mandi di sungai, menjelajah ke hutan, berharap menjadi seorang pencari harta karun. Tidak lupa masa-masa ketika aku berlari-lari, melompat tinggi-tinggi, berlagak terbang di atas permadani, dengan ranting yang dianggap pedang atau tongkat sakti.

Sayangnya, kadang aku dituntut untuk bangun dan kembali pada realita. Bahwa hidup bukan soal indahnya saja. Darah yang keluar dari luka saat terjatuh dari sepeda, demam sebab hujan-hujanan di halaman, atau ada rasa sakit yang tak terlihat ketika mainan-mainanku tak pernah kembali lagi ke tangan, menunjukkan sebahagia apapun masa kecil, ada pula hal-hal yang membuatnya tak selalu seindah itu. Tidak lupa ada waktu yang tetap berjalan, mengubah usia, suasana, dan bahan canda.

Masa kecil memang tak pernah bisa kembali, tetapi keberadaannya tidak akan pernah mati. Ia akan tetap tinggal meskipun di belakang. Ia sebagai pengingat aku pernah punya kisah menyenangkan. Ia sebagai yang tetap kuingat ketika mimpi-mimpi yang kubayangkan perlahan hilang,

sementara dulu aku bebas berimajinasi dan bermain dalam bayang-bayang.

Masa kecil.

Ia sebagai sesuatu yang akan selalu aku kenang.